Tanggal 21 April Kemarin biasanya diperingati secara meriah sebagai hari Karini, sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan Ibu Kita Kartini dalam memperjuangkan emansipasi wanita, yang pada masanya, jaman kolonial, wanita tidak memiliki hak seperti kaum laki2 seperti untuk belajar dan berkarya. Atas perjuangannya, saat ini wanita Indonesia dapat menikmati kebebasan, persamaan gender, dan hak hak lainnya, sehingga sekarang tidak aneh lagi jika wanita sudah menduduki posisi penting, dari presiden, menteri, anggota DPR, ASN, Pengusaha, karyawan dan lain-lain. begitu pula di dunia perkapalan/maritm wanita saat ini bahkan ada yang menjadi direktur sebuah galangan kapal pada salah satu perusahaan pelayaran terbesar di Indonesia.

Begitu pula, dengan alumni Universitas Ivet khususnya dari Fakultas Kemaritiman, telah banyak alumni wanita yang telah berkarir di dunia maritim. kesempatan wanita berkaris di dunia maritim sangat terbuka lebar, karena di maritim tidak hanya pekerjaan lapangan saja, tetapi dibutuhkan tenaga perencanaan, drafter, admnitrasi, workshop dan lain-lain. kesempatan yang terbuka lebar ini dikarenakan lembaga penyelenggara pendidikan perkapalan sangat terbatas, terbukti di jawa tengah hanya ada perguruan tinggi swasta, Universitas Ivet yang memiliki Prodi Bangunan Kapal, kelisrikan kapal dan permesinan kapal.

Salah satu Kartini Ahli bangunan kapal yang baru saja lulus akhir tahun 2019 adalah Rica Maya, Berasal bukan dari masyarakat maritim, melainkan dari daerah yang jauh dari laut yaitu Klaten. Rica masuk sebagai mahasiswa Teknik Bangunan Kapal th 2016 dan lulus tepat waktu 6 semester pada 2019 saat ini sudah berkarir di salah satu Galangan kapal Anak perusahaan terbesar di Indonesia ADARO, dengan posisi sebagai supervisor, yang memiliki tugas melaksanakan pengawasan pekerjaan pembangunan kapal/bangunan apung lainnya dan pelaksanaan pengawasan reparasi dan perawatan kapal. mulai dari pengawasan proses fit-up, welding serta pelaporan atas kegiatan dan perencanaan progres pekerjaan berikutnya.

Rica hanya salah satu contoh lulusan wanita dari Teknik bangunan kapal, yang begitu lulus langsung mendapatkan pekerjaan dibidang ilmu yang di tekuninya, Seniornya tentu lebih banyak lagi bahkan ada yang di bidang bangunan lepas pantai/ofshore. hal ini membuktikan bahwa dibidang maritim pun, yang identik dengan dunia keras, masih membutuhkan/membuka peluang karier untuk wanita Indonesia yang tentunya pantang menyerah dan siap belajar.

(admin Rdk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *